Duh, Pria Ini Banting Bayi Gara-gara Konsumsi Ganja Berlebihan Campur Asam

Duh, Pria Ini Banting Bayi Gara-gara Konsumsi Ganja Berlebihan Campur Asam

Mabuk adalah sebuah kondisi dimana tubuh seseorang sedang dalam keadaan keracunan karena mengonsumsi alkohol atau obat-obatan narkotika yang memberikan racun ke dalam tubuh manusia.Ketika kondisi ini terjadi maka akan ada penurunan kemampuan mental dan fisik.

Agen Poker

Gejala umum antara lain tidak jelas keseimbangan tubuh menjadi kacau dan tidak terkondisikan sehingga membuat orang yang tengah mabok kadang tidak sadarkan diri tengah sedang melakukan apa. Beberapa waktu lalu, sebuah aksi tak terpuji terjadi di Amerika Serikat (AS) ketika seorang remaja berusia 17 tahun telah nekat menghajar seorang balita yang masih duduk di kereta dorong bersama ibunya.

Pelaku diduga bernama emom yang tengah mabuk berat karena kecanduan narkoba dan diketahui saat kejadian, remaja tersebut tengah mengonsumsi ganja yang di campurkan dengan asam. Akibat remaja tersebut menjadi mabok dan tak sadar diri.

Agen Domino

Korban adalah seorang balita yang sedang bersama ibunya baru turun dari mobil. Tak lama kemudian seorang remaja yang lewat tiba-tiba membanting bayi tersebut. Akibat dari kekerasan tersebut, balita malang itu mengalami patahn tulang leher. Setelah kejadian tak lama berselang, remaja itu langsung di tangkap dan diamankan petugas karena telah melakukan tindakan kriminal.

____________________________________________________________________________________________________________
LEXUSDOMINO.COM Agen Poker | Agen Domino | Domino Online | Agen QQ | QQ Online | BandarQ
Daftar Sekarang Juga & Dapatkan Bonus Cashback sebesar 0.5% Dibagikan Setiap Hari & Bonus Referral Terbesar 20% Seumur Hidup
SKYPE : lexus.domino
YM : lexusdomino
PHONE : +855011432098
WECHAT : Lxsdomino
Website : LEXUSDOMINO.COM
_________________________________________________________________________________



Advertisement

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*